Kamis, 21 Juli 2011

Tempe dan Telur Gosong

Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan indah berikut:
Suatu malam, mama yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam mama selesai menghidangkan makan malam papa yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat mama sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi papa yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Papa dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan mama dengan tersenyum, dan bahkan berkata, “Mama terima kasih!”, dan papa terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang papa katakan, “”Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada papa, saya bertanya apakah papa benar-benar menyukai telur dan tempe gosong. Papa memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Anakku, mama sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya. BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi sesaat tidak akan pernah menyelesaikn masalah yang ada, dan selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasan sendiri. Janganlah kita menjadi orang yang egois, hanya mau dimengerti tapi tidak mau mengerti.

Sumber:www.googlebottle.com

Tips Berinternet Murah Menggunakan GPRS

Sehubungan dengan semakin mahalnya pulsa telepon, maka kini penulis mencoba membahas
alternatif berinternet secara murah, salah satunya adalah melalui GPRS.
Sejak sekitar pertengahan tahun 2002 lalu provider telekomunikasi baru, IM3, meluncurkan GPRS
secara GRATIS hingga akhir desember, akibatnya, jumlah pengguna ponsel GPRS pun semakin
meningkat, dan penggunaan GPRS pun semakin populer di masyarakat, hampir semua orang
mengetahui GPRS, tetapi sayangnya belum banyak orang yang menggunakan GPRS dengan
semaksimal mungkin. Untuk saat ini, hampir semua provider GSM sudah menyediakan layanan
GPRS seperti IM3, Telkomsel, Satelindo dan terakhir adalah ProXL.
Untuk layanan GPRS, IM3, Telkomsel serta ProXL prabayar menerapkan tarif yang dihitung per KB
yang rata-rata Rp. 25/Kb hingga Rp. 35/Kb, sedangkan untuk Satelindo Matrix menerapkan tarif flat
Rp. 25.000/bulan dengan tanpa batasan maksimal penggunaan, demikian pula dengan ProXL yang
menerapkan tarif flat lebih mahal yaitu Rp. 100.000 per bulan. Sejauh ini penulis sudah
berexperimen menggunakan GPRS dari setiap provider dan mendapatkan bahwa IM3 merupakan
provider GPRS tercepat dan pada posisi kedua ditempati oleh ProXL dan selanjutnya ditempati
Matrix dan Telkomsel, tapi sayang, Matrix hanya dapat dinikmati oleh pelanggan dari Jabotabek.
Untuk uji coba ini , penulis menggunakan sim card ProXL pascabayar dan smartphone Ericsson T39
yang hanya Rp. 500 ribu-an sebagai Phone modem, dan seperti sudah dibahas diatas, untuk biaya
GPRS unlimited hanya dibutuhkan biaya Rp. 100.000 per bulan dan ditambah biaya abonemen Rp.
65.000 sehingga total biaya yang dikeluarkan hanya Rp.165.000/bulan (belum termasuk PPN) untuk
bisa menikmati internet murah meriah 24 jam sehari. Bayangkan saja biaya hanya Rp. 230/Jam.
Koneksi GPRS ProXL di malang mudah terputus, ini mungkin disebabkan oleh letak penulis yang
cukup jauh dari BTS dan hanya mendapatkan 2-3 signal bar. Ada 2 macam setting yang harus dibuat
yaitu pada Ponsel dan Komputer, tidak semua handphone bisa digunakan untuk GPRS Phone
Modem, tetapi hampir semua ponsel Ericsson dan SonyEricsson (dan beberapa Ponsel Nokia seperti
3650/7650) terbaru memiliki feature ini, entah dikoneksikan dengan cable ataupun dengan infra red.
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat “Internet Account” pada Ponsel, setiap



operator memiliki setting sendiri-sendiri baik untuk akses poin, username maupun password, dan
yang kedua adalah membuat account Dial Up pada PC/Laptop dan jika semua setting sudah selesai
dibuat, kita tinggal menghubungkan PC kita seperti menggunakan Dial Up modem hanya berbeda
pada nomor dialnya dimana GPRS menggunakan "<*99***X#>"
Berikut adalah contoh setting untuk PC yang menggunakan T39 sebagai phone modem dan IM3
sebagai provider, Jika ada pembaca yang membutuhkan setting untuk ponsel ataupun provider lain
dapat menghubungi email saya.